Minggu, 21 Jun 2020, 20:33:21 WIB, 94 View Administrator, Kategori : Info Daerah

(KIM Asabri) Minggu, (21/06/2020) Update situasi data COVID19 Kota Blitar per hari ini, diketahui data sebagai berikut : Orang Dalam Resiko (ODR) sejumlah 2.507 ada kenaikan sebanyak 45 orang dibandingkan sehari yang lalu, Orang Tanpa Gejala (OTG) sejumlah 120 orang tidak, Orang Dalam Pemantuan (ODP) sejumlah 211 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sejumlah 7 orang dengan keterangan 6 orang selesai pengawasan dan 1 orang meninggal dunia, sehingga per 21 Juni 2020 jumlah Pasien Dalam Pengawasan tidak ada, sedangkan untuk jumlah Confirm Positif COVID19 sejumlah 5 orang dengan keterangan 3 orang sembuh dan 2 orang dalam perawatan.

Berdasarkan dari data tersebut diatas, maka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari Kelurahan Gedog telah dinyatakan selesai pengawasannya di rumah sakit, seorang PDP dari Kelurahan Gedog tersebut sudah dirawat di RSD Mardi Waluyo Kota Blitar semenjak 14 hari yang lalu, dan hari ini sudah diperbolehkan pulang, pada saat itu yang bersangkutan mengalami sesak nafas dan demam serta memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya, kemudian diantarkan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sekaligus dilakukan rapid test menunjukkan hasil reaktif,  karena sakit tersebut dan memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya maka langsung rawap inap RSD Mardi Waluyo dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), hal ini sebagai langkah antisipasi dan tindakan preventif terhadap yang bersangkutan dan keluarga serta warga masyarakat, keluarga juga langsung melaksanakan isolasi mandiri, kepada yang bersangkutan juga langsung dilakukan swap test, menunjukkan hasil negatif. Dan alhamdullilah setelah selesai pengawasan dan perawatan sudah diperbolehkan pulang namun masih diharuskan isolasi mandiri di rumah. Berkat dukungan dan kesadaran serta kepedulian seluruh elemen masyarakat semua dapat dilewati dengan baik.

Yang perlu diketahui adalah rapid test metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona. Hasil skrinning dari rapid test adalah re-aktif dan non re-aktif, kedua hasil tersebut bukan sebuah diagnosa seseorang positif covid19 atau tidak, akan tetapi rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19. Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini.

Sehingga jika seseorang dinyatakan re-aktif saat menjalani rapid test, maka sebagai langkah antisipasi harus dilakukan pengawasan dan dirawat kemudian akan dilakukan test lanjutan untuk memastikan reaktif yang dimaksud adalah antibodi yang terbentuk tubuh dalam melawan virus corona atau bukan. Sehingga jika hasil test menunjukkan diagnosa posititf maka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tadi akan berstatus Terkonfirm COVID19.

Maka diharapkan masyarakat untuk tidak panik dan selalu waspada, terlebih lagi, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, atau menginformasikan berita - berita yang tidak jelas sumbernya, karena jika hal tersebut terjadi maka akan menimbulkan keresahan dimasyarakat, tentu juga akan memberikan dampak sosial yang luar biasa dimasyarakat, untuk menghindari hal tersebut saring informasi yang kita peroleh sebelum kita sharing kepada orang lain. Semoga Kelurahan Gedog aman dari virus covid19, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, pakai masker dan terapkan physical distancing dalam kehidupan sehari - hari.



Senin, 06 Jul 2020 Facts and Myths \'Bout Covid19
Rabu, 01 Jul 2020 Mengenal SARS-CoV-2


Tuliskan Komentar