Sabtu, 12 Okt 2019, 08:42:35 WIB, 237 View Administrator, Kategori : Pariwisata

(KIM Asabri) Jum' at, (11/10/2019) pukul 13.00 WIB di ruang Rapat Bappeda Kota Blitar,  Pemerintah Kota Blitar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Blitar, bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar melaksanakan rapat dengan Tim Arkeolog dari Badan Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur, hadir dalam rapat tersebut Moch Sidik, M. Si Kepala Bappeda Kota Blitar bersama jajarannya, Drs. Tri Iman Prasetyono, MSi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar didampingi Kepala Bidang Kebudayaan, Heru Eko Pramono, SSTP Camat Sananwetan di dampingi Yudi Tuhu Prasetyo Lurah Gedog dan Ketua LPMK Kelurahan Gedog.

Banyak hal yang dibahas dalam rapat tersebut terkait dengan pelaksanaan ekskavasi Candi Gedog selama 5 hari terakhir yang dimulai pada hari Senin, (7/10/2019) hingga Jum' at (11/10/2019), Ketua Tim BPCB Jawa Timur Nugroho Harjo Lukito sekaligus melaporkan hasil kegiatan ekskavasi Candi Gedog kepada Pemerintah Kota Blitar adanya beberapa temuan penting dan menjadikan pijakan bahwa kegiatan ekskavasi Candi Gedog harus dilanjutkan agar mendapatkan gambaran bentuk candi yang utuh. Temuan awal berupa 3 sudut candi yang merupakan pagar Candi yang prediksi awal berukuran 28 x 30 m2, juga ada serpihan gerabah di Jaman Majapahit, Artefak dan relief candi, sudah cukup menjadi pijakan untuk ekskavasi lanjutan harus dilakukan untuk mendapatkan bangunan candi induknya.

Sementara Pemerintah Kota Blitar sendiri, akan merencanakan anggaran kegiatan ekskavasi lanjutan ini paling cepat tahun 2020 mendatang, yang tentunya akan ada sharing anggaran dengan BPCB Jawa Timur, karena tentu akan banyak anggaran yang harus dikeluarkan untuk kegiatan ekskavasi ini. Temuan Candi Gedog ini tentu akan melengkapi khasanah kebudayaan negeri ini, dan yang paling mendasar adalah ternyata Kota Blitar, khususnya Kelurahan Gedog ada sebuah Candi, maka sudah barang tentu di Gedog telah ada sebuah peradaban yang cukup lama, dan harapan kedepan bisa menjadi destinasi wisata sejarah dan sarana untuk penelitian serta mengembangkan ilmu kebudayaan.





Tuliskan Komentar