Selasa, 23 Jun 2020, 20:14:11 WIB, 139 View Administrator, Kategori : Info Penting

(KIM Asabri) Selasa (23/06/2020) Tidak ada satu orang pun berharap sakit dan tidak ada satu orang-pun berkeinginan untuk dikucilkan oleh warga masyarakat, sehingga saat tetangga, rekan bahkan keluarga yang sedang mengalami suatu musibah memerlukan bantuan dan dukungan moral serta motivasi karena ini akan menjaga imun serta psikologis yang bersangkutan dan keluarganya. Hilangkan stigma terhadap seseorang apalagi yang saat ini sedang terkena virus COVID19, banyak artikel dan informasi menyambaikan bahwa COVID19 bukanlah AIB dan Pemberian stigma ini didorong oleh kekhawatiran, ketakutan, dan kegelisahan diakibatkan rendahnya pemahaman dan sikap kritis terhadap informasi yang diterima lewat media, media sosial, dan juga intimidasi para provokator.

Stigma sosial: konotasi negatif terhadap seseorang atau sekelompok orang dengan menyandang penyakit tertentu. Tentunya ini akan sangat berbayaya sekali karena akan membuat orang memnyembunyikan status kesehatan, lalu enggan memeriksakan diri dan pada akhirnya akan membuat orang kabur saat akan diperiksa, diobati atau bahkan dikarantina. Sehingga memperbesar resiko penularan di masyarakat. Belum lagi dampak psikologis yang sangat mempengaruhi Kesehatan fisik.

Daripada menunjukkan stigma sosial, alangkah lebih bijak jika kita berkontribusi secara sosial, yaitu dengan:

  1. membangun rasa percaya pada layanan dan saran kesehatan yang bisa diandalkan;
  2. menunjukkan empati terhadap mereka yang terdampak;
  3. memahami wabah itu sendiri; dan,
  4. melakukan upaya yang praktis dan efektif sehingga orang bisa menjaga keselamatan diri dan orang yang mereka cintai.
  5. Stop Hoax,
  6. Stop Labeling.




Tuliskan Komentar