Senin, 30 Mar 2020, 14:34:50 WIB, 297 View Administrator, Kategori : Info Penting

(KIM Asabri) Senin (30/03/2020) Dibeberapa daerah/wilayah di negeri ini membuat dan menempatkan bilik/alat sempot yang diisi cairan disfektan dibeberapa area publik, bilik/alat semprot tersebut kemudian  untuk menyemprotkan orang yang datang/memasuki kawasan tertentu, karena dengan menyemprotkan cairan disfektan dianggap mampu membunuh virus corona (COVID-19). BENARKAH demikian ??

WHO (World Health Organization) Organisasi Kesehatan Dunia menyampaikan dalam akun twitter nya (@WHO) bahwa  :  "Virus #Corona umumya ditularkan melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara, dan untuk melindungi diri sendiri : Jaga Jarak 1 Meter dari orang lain atau permukaan - permukaan benda yang disinfeksi, Sering Cuci Tangan, Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut anda sebelum mencuci tangan.

Sementara WHO Indonesia menyampaikan bahwa "#Indonesia, jgn menyemprot disinfektan langsung ke badan seseorang, karena hal ini bisa membahayakan. Gunakan disinfektan hanya pd permukaan benda-benda. Ayo #LawanCOVID19 dgn tepat!.

Berdasarkan pada dua hal diatas, tentu kita harus sangat berhati - hati dalam penggunaan dan pemanfaatan disfektan sebagai upaya untuk pencegahan penyebaran COVID-19 di daerah kita, semua tindakan dan kegiatan harus dipertimbangkan sebaik mungkin dengan tetap menerapkan standart operasional dan juga dampak dari apa yang kita lakukan. Karena jangan sampai niat baik kita akan membawa petaka bagi orang lain.

Tentu perlu untuk dipertimbangkan dan dikaji ulang, karena disfektan tidak diperuntukkan bagi tubuh manusia, jika saat penyemprotan mengenai selaput lendir (mata, hidung dan mulut) maka akan mengakibatkan dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia itu sendiri, Dampak akan berdampak iritasi bagi orang yang terkena semprotan disinfektan tersebut. Sehingga pada saat penyemprotan pun disarankan untuk menggunakan alat pelindung diri (APD), hal ini dimaksudkan agar kita tidak terkena langsung dari disfektan yang dipergunakan untuk penyemprotan tersebut.

Sehingga untuk penyemprotan disfektan ini diajurkan pada : benda - benda yang sering kita pegang atau kita bawa sebagai upaya pencegahan agar virus tersebut tidak akan menempel di tangan kita (seperti gagang pintu, kran, meja, kursi, dan lain sebagainya), sedangkan untuk tubuh kita dianjurkan untuk rajin cuci tangan dengan, menerapkan pola hidup sehat dan tutup mulut saat bersin menjaga jarak 1 meter saat bersama dengan yang lain.

Sebuah tujuan yang baik tentu harus juga dilaksanakan dengan cerdas, tepat dan bijaksana, semua memerlukan proses pemikiran dan perenungan akan dampak dan akibat dari sebuah aktifitas yang dikerjakan dalam upaya memerangi penyebaran virus corona ini secara bersama - sama.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan terima kasih.

Sumber :

  1. https://kesehatan.kontan.co.id/news/merusak-selaput-lendir-hingga-sebabkan-iritasi-who-ingatkan-risiko-bilik-disinfektan?page=all
  2. https://www.harianhaluan.com/news/detail/90964/jangan-semprot-disinfektan-ke-badan-bahaya
  3. https://www.vivanews.com/viva-fakta/42963-semprot-disinfektan-ke-tubuh-berbahaya-benarkah?medium=autonext
  4. https://www.dream.co.id/news/representatif-who-untuk-indonesia-jangan-semprot-disinfektan-ke-tubuh-orang-2003300.html.
  5. Twitter WHO
  6. Twitter WHO Indonesia




Tuliskan Komentar